Bersama Berbahagia

Sabtu, 10 November 2012

“Air Kehidupan”


“Air Kehidupan”
Tegak dimalam menjadi rutinitas
Meringkuk badan oleh derasnya hujan
Entah kembali terlelap atau bermunajat
Sempat membeku pikiran sepintas
                Menyatukan hati dengan niat
penyebab bangkit melawan arus
Tak perduli rintik pembeku kobar
Terus tegak dalam berhasrat
Terbayar sudah hutang kedamaian
Kini saatnya bergegas meniti ke kesempurnaan
Redup langkah tidak jarang kalah
Ditemani secangkir zam-zam dan sebatang kurmaadanya
Rintik bahkan derasnya
Bukanlah menjadi penghalang gerak
Tanah yang mentah bahkan kian matang
Karena yakin semua adalah anugerah
Pernah terpandang melayu oleh kuncup
Kembali memekar kelopak bunga nan indah
Dikala setitik demi setitikdari rintikan yang turun
Itu yang yang harus diketahui

AS WE KNOW !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar