“Air
Kehidupan”
Tegak
dimalam menjadi rutinitas
Meringkuk
badan oleh derasnya hujan
Entah
kembali terlelap atau bermunajat
Sempat
membeku pikiran sepintas
Menyatukan hati dengan niat
penyebab bangkit melawan arus
Tak perduli rintik pembeku kobar
Terus tegak dalam berhasrat
Terbayar
sudah hutang kedamaian
Kini saatnya
bergegas meniti ke kesempurnaan
Redup
langkah tidak jarang kalah
Ditemani
secangkir zam-zam dan sebatang kurmaadanya
Rintik bahkan derasnya
Bukanlah menjadi penghalang gerak
Tanah yang mentah bahkan kian matang
Karena yakin semua adalah anugerah
Pernah terpandang melayu oleh kuncup
Kembali memekar kelopak bunga nan indah
Dikala setitik demi setitikdari rintikan
yang turun
Itu yang yang harus diketahui
AS
WE KNOW !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar